Rabu, 25 November 2009

M O D U L III KIMIA Kelas X

TATA NAMA SENYAWA DAN
PERSAMAAN REAKSI SEDERHANA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi
Modul ini disusun untuk memberikan pengenalan tentang tata nama senyawa dan reaksi kimia sederhana.
Dengan mengetahui nama-nama senyawa serta beberapa reaksi kimia sederhana, diharapkan siswa termotivasi untuk mengenal lebih dalam tentang ilmu kimia, yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat pula menimbulkan sikap ilmiah para siswa.

B. Petunjuk Penggunaan Modul
Penggunaan modul dikombinasikan dengan buku paket sebagai literatur utama maupun media pembelajaran lainnya.

C. Tujuan
Pada akhir pembelajaran siswa mampu :
1. Menuliskan nama senyawa biner.
2. Menuliskan nama senyawa poliatomik.
3. Menuliskan nama senyawa organik sederhana.
4. Menyetarakan reaksi sederhana.

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar Kompetensi : Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya

E. INDIKATOR
1. Menuliskan nama senyawa biner.
2. Menuliskan nama senyawa poliatomik.
3. Menuliskan nama senyawa organik sederhana.
4. Menyetarakan reaksi sederhana dengan diberikan nama-nama zat yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya.

F. Cek Kemampuan Dasar
1. Tuliskan lambang kimia dari senyawa seperti air, air aki, dan garam dapur.
Jawab :………………………………………………………………
2. Tuliskan nama senyawa yang memberi rasa manis pada tebu ?
Jawab :…………………………………………………………


BAB II
PEMBELAJARAN


A. Rencana Belajar Siswa

1. Penjelasan singkat dari guru tentang rumusan penamaan senyawa biner.

2. Siswa mendiskusikan tentang beberapa contoh senyawa biner serta aturan penamaannya.

3. Penjelasan singkat dari guru tentang rumusan penamaan senyawa poliatom.

4. Siswa mendiskusikan beberapa contoh senyawa poliatom serta aturan penamaannya dan cara penamaan beberapa senyawa organik sederhana.

5. Penjelasan singkat dari guru tentang konsep dasar menyetarakan persamaan reaksi kimia sederhana.

6. Siswa mendiskusikan cara-cara penyetaraan reaksi kimia sederhana.

B. Kegiatan Belajar
B.1. Uraian Materi

TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI KIMIA

Rumus kimia unsur yang terdiri atas satu atom (monoatomik) sama dengan lambang atom unsur tersebut. Umumnya unsur monoatomik adalah logam dan gas mulia, seperti Fe (besi), Mg (magnesium), Ag (perak), Au (emas), Zn (seng), He (gas helium), Ar (gas argon) dan lain-lain.
Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang membentuk molekul senyawa tersebut. Rumus molekul digolongkan menjadi dua, yaitu rumus molekul unsur dan rumus molekul senyawa.
Rumus molekul unsur adalah rumus yang menyatakan gabungan atom-atom yang sama, yang membentuk molekul. Rumus molekul unsur terbagi pula menjadi dua, yaitu molekul diatomik dan poliatomik.
Molekul diatomik adalah molekul yang terbentuk dari dua atom yang sama, contoh N2, H2, O2, Br2, Cl2, F2, dan lain-lain.
Molekul poliatomik adalah tiga atom yang sama atau lebih bergabung membentuk sebuah molekul. Contohnya O3 (ozon), S8 (belerang), P4 (fosfor).
Rumus molekul senyawa menyatakan rumus senyawa yang tersusun atas dua atom atau lebih yang berbeda yang membentuk molekul. Contohnya H2O, NO2, CO2, HCl, NaCl, FeCl3, C6H12O6, Mg(OH)2, CO(NH2)2, NaNO3, Na2SO4 . 5 H2O, dan lain-lain.
Untuk menyatakan jumlah unsur atau molekul, digunakan koefisien berupa angka yang mendahului rumus kimia. Contoh : Fe artinya 1 atom besi, 4 Fe artinya 4 atom besi, 3 O2 artinya 3 molekul oksigen, 5 H2O artinya 5 molekul air, dan lain-lain.

Contoh soal : Berapakah jumlah seluruh atom dalam 2 molekul CuSO4 . 5 H2O ?
Jawab:
2 x 1 atom Cu = 2 atom Cu
2 x 1 atom S = 2 atom S
2 x 4 atom O = 8 atom O
2 x 10 atom H = 20 atom H
2 x 5 atom O = 10 atom O
Jumlah atom = 42

Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan paling sederhana dari jumlah atom penyusun suatu molekul. Contoh : perbandingan jumlah C, H, dan O dalam gula (C6H12O6) = 6 : 12 : 6 = 1 : 2 : 1 ;
Jadi, rumus empiris C6H12O6 adalah CH2O.

Contoh-contoh soal :
1. Apa artinya penulisan berikut ini ?
a. 6 Cu
b. 2 Cl2
c. 3 NH3
d. 7 H2O

Jawab :
a. 6 atom Cu (tembaga)
b. 2 molekul gas klor (Cl)
c. 3 molekul amonia
d. 7 molekul air

2. Tentukan rumus molekul senyawa-senyawa berikut !
a. (CH2O)n dengan n = 5
b. CnH2nO2 dengan n = 3
c. CnH2n+1OH dengan n = 6

Jawab :
a. (CH2O)5 = C5H10O5, 1 atom C x 5 = 5; 2 atom H x 5 = 10; 1 atom O x 5 = 5
b. CnH2nO2 = C3H6O2, 1 atom C x 3 = 3; 2 atom H x 3 = 6
c. CnH2n+1OH = C6H13OH, 1 atom C x 6 = 6; 2 atom H x 6 = 12 + 1 = 13

3. Tentukan rumus empiris senyawa-senyawa berikut !
a. C4H8O4
b. C5H10
Jawab :
a. Perbandingan atom C : H : O = 4 : 8 : 4 = 1 : 2 : 1, jadi rumusnya CH2O
b. Perbandingan atom C : H = 5 : 10 = 1 : 2, jadi rumusnya CH2

TATA NAMA SENYAWA BINER

Dalam tata nama senyawa biner, diperlukan informasi tentang bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi dari suatu senyawa, karena itu, kita harus mempelajari terlebih dahulu tentang Bilangan Oksidasi.

BILANGAN OKSIDASI
Bilangan oksidasi (b.o.) adalah banyaknya elektron yang dilepas atau diterima dalam pembentukan suatu molekul atau ion. Nilainya bisa positif (+) ataupun negatif (-). Berikut ini beberapa ketentuan umum dalam penetapan b.o. :

1. b.o. unsur bebas dalam bentuk monoatomik maupun poliatomik memiliki harga NOL (0). Contoh : b.o. Fe = 0, b.o. H2 = 0, b.o. C = 0, b.o. O2 = 0

2. b.o. atom Logam memiliki harga sesuai dengan nomor golongannya, kecuali untuk logam transisi. Contoh : logam golongan I A : Li, Na , K memiliki b.o. = +1
Logam golongan II A : Be, Mg, Ca, Sr, Ba memiliki b.o. = +2
Logam golongan III A : Al, Ga memiliki b.o. = +3

3. b.o. atom Hidrogen (H) selalu +1, kecuali pada NaH, b.o. H = -1

4. b.o. atom Oksigen (O) selalu -2, kecuali pada OF2 , b.o. O = +2,
pada H2O2 ,b.o. O = -1, pada K2O , b.o. O = - ½

5. Jumlah seluruh b.o. atom-atom penyusun suatu ion sama dengan muatan ion tersebut. Contoh : b.o. ion S2- = -2, b.o. ion Fe3+ = +3,
b.o. ion Cr2O72- = -2,

6. Jumlah b.o. unsur-unsur pembentuk senyawa netral = NOL (0).

Contoh :
a. pada H2O, b.o. nya nol dimana (2 x b.o. H) + (1 x b.o.O) = < 2 x (+1)> + < 1 x (-2)>
= 2 + (-2) = 0.

b. pada Al(OH)3 , b.o. nya nol dimana (1 x b.o. Al) + (3 x b.o.H) + (3 x b.o. H)
= < 1 x (+3)> + < 3 x (-2)> + <3 x (+1)>
= 3 + (-6) + 3 = 0.

Contoh-contoh soal :
1. Tentukan b.o. atom unsur yang di cetak tebal- miring berikut ini:
a. N2O5
b. MnO4-
c. Na2SO4
d. Al2(SO4)3
Jawab :

a. Muatan N2O5 = ( 2 x b.o. N) + (5 x b.o. O)
0 = (2 x m ) + < 5 x (-2)>
0 = 2 m + (-10)
2 m = 10
m = 10 / 2 = 5
Jadi, b.o. N pada N2O5 = +5

b. Muatan MnO4- = (1 x b.o. Mn) + (4 x b.o. O)
-1 = (1 x m ) + < 4 x (-2)>
-1 = m + ( -8)
m = -1 + 8
m = 7
Jadi, b.o. Mn pada MnO4- = +7

c. Muatan Na2SO4 = ( 2 x b.o. Na) + ( 1 x b.o. S) + ( 4 x b.o. O)
0 = < 2 x (+1)> + (1 x m ) + < 4 x (-2)>
0 = 2 + m + (-8)
m = 8 – 2
m = 6
Jadi, b.o. S pada Na2SO4 = +6

d. Muatan Al2(SO4)3 = (2 x b.o. Al) + (3 x b.o. S) + ( 12 x b.o. O)
0 = <2 x (+3)> + ( 3 x m) + < 12 x (-2)>
0 = 6 + 3 m + (-24)
3 m = 6 + (-24)
3 m = - 18
m = - 18 / 3 = -6

Jadi, b.o. S pada Al2(SO4)3 = -6
Nah, kita dapat memulai untuk mempelajari tata nama senyawa biner.

Jika senyawa biner terbentuk dari unsur logam dan nonlogam :
Secara umum, jika kation (ion +) dan anion (ion -) pembentuk senyawa dimisalkan dengan Ay+ dan Bx- , maka akan membentuk senyawa : AxBy,
contohnya :

1. Kation Na+ , y = 1 ; anion O2- , x = 2 , maka akan membentuk senyawa Na2O

2. Kation Ba2+ , y = 2 ; anion Cl- , x = 1, maka akan membentuk senyawa BaCl2

Aturan pemberian nama serta penulisan dari senyawa biner adalah sebagai berikut :

1. Senyawa yang unsur logamnya memiliki satu b.o. (misalnya unsur gol. IA, IIA, IIIA) maka nama logam ditulis dahulu diikuti dengan nama nonlogam, dan diberi akhiran –ida.
Contoh :
NaCl = Natrium Klorida
CaF2 = Kalsium Fluorida
Al2S3 = Aluminium Sulfida

2. Senyawa yang unsur logamnya memiliki b.o. lebih dari satu, muatan logamnya dituliskan menggunakan angka romawi dalam tanda kurung, contohnya :
FeSO4 , muatan Fe = 2+, maka namanya : Besi (II)Sulfat (SO42- = ion sulfat)
FeCl3 , muatan Fe = 3+ , maka namanya : Besi (III)Klorida

Jika senyawa biner terbentuk dari unsur-unsur nonlogam :
1. Non logam yang memiliki b.o. positif dituliskan lebih dahulu. B.O. ditulis dengan angka romawi dalam tanda kurung. Lalu diikuti dengan nama non logam yang memiliki b.o. negatif, dan ditambah dengan akhiran –ida. Contohnya :
NO = Nitrogen (II) Oksida , b.o. N = +2, b.o. O = -2 (O = oksigen, diganti menjadi Oksida)
NO2 = Nitrogen (IV) Oksida , b.o. N = +4
SO2 = Belerang (IV) Oksida , b.o. S = +4
SO3 = Belerang (VI) Oksida , b.o. S = +6

2. Jumlah unsur pertama dituliskan lebih dahulu, diikuti dengan nama unsur pertama. Kemudian tuliskan jumlah unsur kedua, diikuti dengan namanya dan diberi akhiran –ida. Contohnya :
N2O = Dinitrogen Oksida, jumlah atom 2 = di
N2O5 = Dinitrogen pentaoksida, jumlah atom 2 = di, jumlah atom 5 = penta
P2O3 = Difosfor trioksida , jumlah atom 2 = di, jumlah atom 3 = tri

TATA NAMA SENYAWA POLIATOM
Senyawa poliatom terbentuk oleh lebih dari dua jenis atom yang berbeda. Cara memberi namanya, kation (ion +) disebut lebih dahulu, diikuti oleh nama anion (ion -). Anion poliatom yang mengandung Oksigen sebagai atom pusatnya dan memiliki b.o. besar, diberi akhiran –at, yang memiliki b.o. kecil diberi akhiran –it. Contohnya :
* K2SO4 = Kalium Sulfat (b.o. S pada SO4 = +6)
* K2SO3 = Kalium Sulfit (b.o. S pada SO3 = +4)
* Na3PO4 = Natrium Pospat (b.o. P pada PO4 = +5)
* Na3PO3 = Natrium Pospit (b.o. P pada PO3 = +3)

TATA NAMA ASAM DAN BASA

A. TATA NAMA ASAM
Zat asam adalah suatu senyawa yang dapat melepaskan ion H+ ketika larut di dalam air. Senyawa asam terdiri dari molekul biner dan molekul poli atom.

Untuk asam biner, tata namanya adalah dengan menyebut asam sebagai pengganti hidrogen, lalu menyebut nama atom berikutnya dengan diakhiri kata ida.
Contoh : HF namanya : asam Fluorida, HCl namanya asam klorida, HI namanya asam Iodida, H2S namanya asam sulfida.

Untuk asam poliatom, tatanamanya adalah : asam yang unsur nonlogamnya memiliki b.o. kecil, maka nama ionnya diberi akhiran it, jika b.o. unsur nonlogamnya besar maka diberi akhiran at.
Contoh :

1. HNO2 , b.o. H = +1, b.o. O = 2 x -2 = -4, b.o. N = +3, namanya asam nitrit.

2. HNO3 , b.o. H = +1, b.o. O = 3 x -2 = -6, b.o. N = +5, namanya asam nitrat.

3. H2SO3 , b.o. H = 2 x +1 = +2, b.o. O = 3 x -2 = -6, b.o. S = +4, namanya asam sulfit.

4. H2SO4 , b.o. H = 2 x +1 = +2, b.o. O = 4 x -2 = -8, b.o. S = +6, namanya asam sulfat.

B. TATA NAMA BASA
Senyawa basa termasuk senyawa poliatom yang terbentuk dari oksida logam dengan air, contoh : NaOH, KOH, Ca(OH)2.
Tata nama senyawa basa yaitu dengan cara menyebut nama logamnya, lalu diikuti dengan kata Hidroksida. Contoh : NaOH, namanya Natrium Hidroksida; KOH, namanya Kalium Hidroksida; LiOH, namanya Litium Hidroksida; Ba(OH)2, namanya Barium Hidroksida.

C. TATA NAMA SENYAWA ORGANIK SEDERHANA
Tata nama senyawa organik telah disepakati secara internasional menurut aturan IUPAC, ada rumus-rumus tertentu untuk memberi penamaannya.
Berikut contoh senyawa organik sederhana yang tergolong senyawa Hidrokarbon misalnya dari kelompok Alkana, rumus umumnya : CnH2n+2.
Contoh :
Jumlah Atom C=1,Rumus Senyawa = CH4, Nama Senyawa : Metana
Jumlah Atom C=2,Rumus Senyawa = C2H6, Nama Senyawa : Etana
Jumlah Atom C=3,Rumus Senyawa = C3H8, Nama Senyawa : Propana

Lebih lanjut tentang tata nama senyawa organik akan dipelajari pada semester 2 dan 5.

PERSAMAAN REAKSI
Persamaan reaksi kimia adalah persamaan yang menggambarkan terjadinya suatu reaksi kimia. Reaksi kimia adalah reaksi yang menghasilkan zat baru yang sifat-sifatnya sangat berbeda dari zat semula. Contoh reaksi kimia : nasi basi, besi berkarat, susu asam, tempe yang dibuat dari kedelai.
Zat-zat pereaksi atau reaktan, adalah zat-zat yang bereaksi, dan terletak di sebelah kiri tanda panah, sedangkan zat-zat hasil reaksi terletak di sebelah kanan tanda panah.

Contoh :
HCl + NaOH --> NaCl + H2O
Zat-zat pereaksi (reaktan) : HCl dan NaOH
Zat-zat hasil reaksi : NaCl dan H2O

Secara umum persamaan reaksi dapat dituliskan sbb :
p A + q B --> r C + s D
dimana :
A dan B = zat-zat pereaksi (reaktan)
C dan D = zat-zat hasil reaksi
p, q, r, s = koefisien

Dasar penyetaraan reaksi adalah Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier), yang menyatakan bahwa :
Jumlah massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan jumlah massa zat-zat sesudah reaksi

Contoh :
1. Setarakan persamaan reaksi berikut :
C2H6 + O2 --> CO2 + H2O
Jawab:
a. Jumlah atom C di kiri tanda panah = 2,
karena jumlah atom C di kanan tanda panah = 1
maka CO2 harus di x 2.
Persamaan reaksi menjadi : C2H6 + O2 --> 2 CO2 + H2O

b. Jumlah atom H di kiri tanda panah = 6, karena jumlah atom H di kanan tanda panah = 2 maka H2O harus di x 3.
Persamaan reaksi menjadi :
C2H6 + O2 --> 2 CO2 + 3 H2O

c. Jumlah atom O di kiri tanda panah = 2, karena jumlah atom O di kanan tanda panah = 7 maka O2 harus di x 7/2.
Persamaan reaksi menjadi :
C2H6 + 7/2 O2 --> 2 CO2 + 3 H2O

d. Agar tidak terjadi pecahan seperti 7/2, maka keseluruhan persamaan reaksi di kali

2. Maka persamaan reaksi menjadi :
2 C2H6 + 7 O2 --> 4 CO2 + 6 H2O

Cek n ricek :
Atom C, di Ruas Kiri = 2X2 = 4, di Ruas Kanan = 4
Atom H, di Ruas Kiri = 2X6 = 12, di Ruas Kanan = 6X2 = 12
Atom O, di Ruas Kiri = 7X2 = 14, di Ruas Kanan = (4X2) + (6X1) = 8 + 6 = 14

2. Setarakan persamaan reaksi berikut :
CO + O2 --> CO2
Jawab :

a. Jumlah atom C di kiri tanda panah = 1, karena jumlah atom C di kanan tanda panah = 1 maka tak ada zat yang harus dikali karena sudah sama jumlahnya.

b. Jumlah atom O di kiri tanda panah = 3, karena jumlah atom O di kanan tanda panah = 2 maka O2 harus di x 1/2.
Persamaan reaksi menjadi :
CO + 1/2 O2 --> CO2

c. Agar tidak terjadi pecahan seperti 1/2 maka keseluruhan persamaan reaksi di kali 2. Maka persamaan reaksi menjadi :
2 CO + O2 --> 2 CO2

Cek n ricek :
Atom C, di Ruas Kiri = 2X1 = 2, di Ruas Kanan 2X1 = 2
Atom O, di Ruas Kiri = (2X1) + (1x2) = 4, di Ruas Kanan = 2X2 = 4

RANGKUMAN

1. Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang membentuk molekul senyawa tersebut.

2. Molekul diatomik adalah molekul yang terbentuk dari dua atom yang sama, contoh N2, H2, O2.

3. Molekul poliatomik adalah tiga atom yang sama atau lebih bergabung membentuk sebuah molekul. Contohnya O3 (ozon), S8 (belerang).

4. Rumus molekul senyawa menyatakan rumus senyawa yang tersusun atas dua atom atau lebih yang berbeda yang membentuk molekul. Contohnya H2O, NO2, CO2.

5. Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan paling sederhana dari jumlah atom penyusun suatu molekul.

6. Bilangan oksidasi (b.o.) adalah banyaknya elektron yang dilepas atau diterima dalam pembentukan suatu molekul atau ion.

7. Aturan pemberian nama serta penulisan dari senyawa biner adalah sebagai berikut :

a. Senyawa yang unsur logamnya memiliki satu b.o. (misalnya unsur gol. IA, IIA, IIIA) maka nama logam ditulis dahulu diikuti dengan nama nonlogam, dan diberi akhiran –ida.

b. Senyawa yang unsur logamnya memiliki b.o. lebih dari satu, muatan logamnya dituliskan menggunakan angka romawi dalam tanda kurung.

c. Non logam yang memiliki b.o. positif dituliskan lebih dahulu. B.O. ditulis dengan angka romawi dalam tanda kurung. Lalu diikuti dengan nama non logam yang memiliki b.o. negatif, dan ditambah dengan akhiran –ida.
d. Jumlah unsur pertama dituliskan lebih dahulu, diikuti dengan nama unsur pertama. Kemudian tuliskan jumlah unsur kedua, diikuti dengan namanya dan diberi akhiran –ida.

8. Senyawa poliatom terbentuk oleh lebih dari dua jenis atom yang berbeda. Cara memberi namanya, kation (ion +) disebut lebih dahulu, diikuti oleh nama anion (ion -). Anion poliatom yang mengandung Oksigen sebagai atom pusatnya dan memiliki b.o. besar, diberi akhiran –at, yang memiliki b.o. kecil diberi akhiran –it.

9. Untuk asam biner, tatanamanya adalah dengan menyebut asam sebagai pengganti hidrogen, lalu menyebut nama atom berikutnya dengan diakhiri kata ida.

10. Untuk asam poliatom, tatanamanya adalah : asam yang unsur nonlogamnya memiliki b.o. kecil, maka nama ionnya diberi akhiran it, jika b.o. unsur nonlogamnya besar maka diberi akhiran at.

11. Tatanama senyawa basa yaitu dengan cara menyebut nama logamnya, lalu diikuti dengan kata Hidroksida.

12. Persamaan reaksi kimia adalah persamaan yang menggambarkan terjadinya suatu reaksi kimia.

13. Zat-zat pereaksi atau reaktan, adalah zat-zat yang bereaksi, dan terletak di sebelah kiri tanda panah, sedangkan zat-zat hasil reaksi terletak di sebelah kanan tanda panah.

14. Secara umum persamaan reaksi dapat dituliskan sbb :
p A + q B --> r C + s D



BAB III
EVALUASI


3.1. Latihan Soal-Soal ( Pilihan ganda dan Essay)
3.1.1 Pilihan Ganda

1. Zat-zat berikut ini yang merupakan senyawa adalah ….
A. He
B. Ne
C. CO2
D. O2
E. H2

2. Zat-zat berikut yang merupakan molekul biner adalah …..
A. HClO
B. H2O
C. Al2(SO4)3
D. K2SO4
E. Na2S2O3

3. Besi, emas, perak, seng, air raksa termasuk…..
A. Senyawa biner
B. Senyawa poliatom
C. Unsur
D. Molekul poliatom
E. Senyawa Ion

4. Nama senyawa BaCl2 adalah ….
A. Barium Klorida
B. Boron Klorida
C. Barium diklorida
D. Monobarium klorida
E. Monobarium diklorida

5. Nama senyawa P2O5 adalah ….
A. Fosfor pentaoksida
B. Difosfor oksida
C. Difosfor trioksida
D. pentafosfor dioksida
E. Difosfor pentaoksida

6. Nama senyawa asam HNO2 dan HNO3 berturut-turut adalah …….
A. Basa nitrat, basa nitrit
B. Asam nitrat, asam nitrit
C. Asam nitrit, asam nitrat
D. Basa nitrit, asam nitrat
E. Asam nitrit, basa nitrat

7. Nama senyawa C3H8 adalah ….
A. Propena
B. Propuna
C. Propil
D. Propana
E. Propendiena

8. Senyawa belerang (IV) oksida mempunyai rumus molekul ………..
A. SO2
B. SO
C. SO3
D. SO4
E. S2O

9. Nama senyawa FeCl3 adalah …..
A. Besi klorida
B. Besi (III) klorida
C. Besi (II) klorida
D. Feri klorin
E. Fero klorin

10. Agar setara maka persamaan reaksi berikut harus memiliki koefisien ……
N2 + H2 --> NH3
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 3
C. 1, 3, 2
D. 2, 1, 3
E. 2, 1, 2

3.1.2 Essay

1. Hitunglah bilangan oksidasi N pada :
a. NO
b. NO2
c. N2O5

2. Berilah nama senyawa berikut :
a. NO
b. NO2
c. N2O5

3. Berilah 3 contoh senyawa biner, lengkap dengan rumus molekul serta nama senyawanya.

4. Berilah 3 contoh senyawa poliatom, lengkap dengan rumus molekul serta nama senyawanya.

5. Berilah 3 contoh senyawa asam, lengkap dengan rumus molekul serta nama senyawanya.

6. Berilah 3 contoh senyawa basa, lengkap dengan rumus molekul serta nama senyawanya.

7. Setarakan persamaan reaksi kimia berikut : C3H8 + O2 --> CO2 + H2O

3.2. Tugas rumah

1. Tentukan biloks Mn pada senyawa-senyawa berikut :
a. MnO
b. MnO2
c. Mn2O3

2. Berilah nama-nama senyawa berikut :
a. MnO2
b. K2S
c. Ba(OH)2
d. H2SO3
e. AlCl3

3. Setarakan persamaan reaksi berikut :
a. S + O2 --> SO3
b. CH4 + O2 --> CO2 + H2O
c. Zn + HCl --> ZnCl2 + H2


BAB IV
PENUTUP


Dengan selesainya modul 3 ini, kami sangat mengharapkan para peserta didik benar-benar tuntas dalam pembelajaran tentang Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Sederhana. Sehingga dapat melanjutkan ke modul 4 tentang Hukum-hukum Dasar dan Perhitungan Kimia.
Akhir kata selamat belajar, jadikanlah membaca buku pelajaran sebagai salah satu hobbimu, semakin rajinlah mengkaji ulang pelajaran di rumah agar berhasil dalam meraih cita-cita.

DAFTAR PUSTAKA

1. Michael Purba. 2006. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta. Erlangga.
2. Nana Sutresna. 2007. Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas X. Bandung. Grafindo Media Pratama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar